Rabu, 08 Agustus 2012

Jalan Menuju Tanah Suci

   Oke deh..setelah selama ini absen posting dan setelah selama ini trip reportku selalu berkisar pada rute Jakarta-Solo atau Solo-Jakarta, pada kesempatan kali ini, aku ingin menuliskan perjalananku menuju ke tanah suci setelah 3 tahun lamanya aku tak pernah menginjakkan kaki disana...

   Perjalanan ini menggunakan maskapai nasional kebanggaaan Indonesia (bahkan dahulu tagline-nya "Bangga Bersamanya") yang mendapatkan rating 4-star dari Skytrax, serta  World's Most Improved Airline di tahun 2010 serta World's Best Regional Airline di tahun 2012. Terakhir kali aku mencicipi rute long-haul (Jakarta-Jeddah-Jakarta) maskapai ini pada tahun 2009 ketika maskapai ini memulai turn around dengan program quantum leap-nya.

Berikut sedikit foto dari perjalananku di tahun 2009 tersebut...

Boeing 747-400 PK-GSI

Disembarking (at King Abdul Aziz Intl)

Immigration queue
   Nah, kini aku akan mengulang perjalanan tersebut serta menilai perubahan yang dilakukan Garuda Indonesia...

ITINERARY DETAILS
Carrier : Garuda Indonesia
Flight    : GA 980
Route   : CGK-JED
Fleet     : Boeing 747-400 PK-GSG
Seat      : 29 C (UPPER DECK)

(Mohon Maaf bila kualitas gambar buruk, lensa kamera butut saya retak ^_^")

AT SHIA (Soekarno-Hatta International Airport)


Terminal 2E Keberangkatan
   Aku tiba di Terminal 2E Keberangkatan sekitar pukul 09.00 pagi. Menurut tiket, ETD (perkiraan waktu keberangkatan GA 980 jam 11.00 namun ketika aku cek di situs Garuda Indonesia, ternyata keberangkatan GA 980 di jadwal ulang menjadi pukul 13.00 WIB.


Dedicated Skyteam and Skyteam to-be Terminal? (kecuali ValuAir)
SHIA 2014
  Tiba di Terminal 2E, aku langsung berkumpul dengan jamaah umrah satu rombongan. Check-In dilakukan oleh petugas travel (by the way Garuda Indonesia punya 4 konter check-in khusus penerbangan ke Jeddah). Akhirnya sekitar pukul 11.30 kami masuk ke Check-in hall. Kemudian dilanjutkan proses imigrasi yang berlangsung cepat dan tertib.





   Setelah proses imigrasi selesai, kami pergi ke mushalla terdekat untuk melaksanakan shalat zuhur dan ashar dengan jama' taqdim serta qashar. Selesai shalat, kami langsung menuju ke gate E7 dan ternyata...GA 980 delay sehingga keberangkatan ditunda menjadi pukul 14.00. Tiba di gate E7 kami segera registrasi ulang dan mendapatkan kompensasi delay berupa makan siang.


Keterangan delay (kelihatan khan lensaku retak)
View from gate E7
Makan Siang sebagai kompensasi delay
   Akhirnya sekitar pukul 13.20 pesawat Boeing 747-400 PK-GSG tiba dari Jeddah...


Boeing 747-400 PK-GSG


   Sekitar pukul 13.45 terdengar pengumuman bahwa keberangkatan GA 980 diundur menjadi pukul 14.30.

BOARDING
   Akhirnya sekira pukul 14.25 terdengar panggilang boarding. Urutan boarding dimulai dari penumpang Executive Class, kemudian penumpang yang membawa lansia dan anak-anak, kemudian penumpang rear row (stiker hijau), middle row (stiker biru), dan front row (stiker merah).




ONBOARD
 Kemudian langsung naik ke upper deck...



    


 Beberapa saat setelah take-off dilakukanlah meal serving pertama (makan siang)





   Rasanya menurutku...
-Salad dengan saus thousand island >> enak
-Nasi putih, semur ayam plus tumis buncis dan tahu >> semurnya standar, tumis buncisnya hambar
-Roti + butter>> standar biasa aja (butternya meleleh)
-Tiramisu >> great! enak banget...


   Setelah meal serving, hadirlah 5 jam siang tanpa akhir yang dihinggapi rasa bosan. Rasa bosan tersebut bisa dihilangkan dengan tidur (tidak disarankan untuk penerbangan dari timur ke barat seperti ini karena bisa menimbulkan jetlag), membaca koran atau inflight magazine, menikmati inflight entertainment atau mungkin membaca al-qur'an atau buku petunjuk ibadah umrah ^_^. Tapi tenang saja, di tengah-tengah rasa jenuh ini akan hadir air mineral dan makanan ringan...
     
   Karena bosan, aku memotret detail kabin Boeing 747-400 yang -menurut kabar yang beredar- akan dikeluarkan dari jajaran armada Garuda setelah Boeing 777-300ER 

  
    Suasana kabin...



   Akhirnya sekitar 2 jam sebelum mendarat pramugari membagikan tisu basah dan hadirlah meal serving yang ditunggu-tunggu...



  Oh ya, sejak meal serving kali ini (hingga penerbangan kembali ke Jakarta), rotinya tidak langsung disediakan di food tray penumpang, namun roti-roti tersebut dibungkus alumunium foil, dipanaskan dengan microwave dan diletakkan di keranjang. Sehingga ketika dihidangkan rotinya masih hangat. Sayangnya main course-nya (nasi goreng ayam) rasanya biasa saja

LANDING
   Akhirnya, sekira pukul 19.20 waktu Saudi, setelah menempuh perjalanan sekitar 9 jam GA 980 tiba di King Abdul Aziz International Airport Jeddah. Pesawat berhenti di Hajj Terminal yang telah direnovasi dan dilengkapi dengan garbarata serta ruang tunggu ber-AC.


Garbarata
  Setelah itu kami naik airport shuttle bus dan menunggu di sebuah ruang tunggu sebelum akhirnya menjalani proses imigrasi. Agenda berikutnya seperti biasa, menuju Madinah Munawwarah atau Madinah Nabawiyyah dengan menggunakan bus AC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar